Tips Memulai Usaha Meskipun di Masa Pandemi

Di saat pandemi banyak sekali ujian yang datang menghampiri, terkadang permasalahan ini datang bukan karena kita malas mengerjakan hal-hal produktif. Tetapi memang market sedang lesu, permintaan sedang turun, konsumen sedang menahan untuk belanja.

Akibatnya, roda perekonomian tidak hanya menurun, tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi pun minus. Momen seperti ini memang bisa dibuktikan dengan data dan angka. Lalu, apakah bisnis dan optimis kita mesti ikutan turun?

Jawabannya tentu tidak, sebagai insan pembelajar kita tidak boleh pesimis bagaimanapun keadaan menimpa. Pandemi ataupun tidak, kita tetap waspada dan selalu mencoba untuk belajar hal baru. Apalagi yang berhubungan dengan rezeqi untuk keluarga. Usaha jangan sampai putus.

Hal ini juga dialami penulis ketika merasakan beragam penurunan di berbagai lini penghasilan. Meskipun tidak bisa dikatakan semua ini terjadi karena pandemi covid-19. Karena sebelum pandemi pun, usaha yang penulis jalani memang sedang mengalami penurunan. Bahkan pas beberapa sebelum corona datang, salah satu lini bisnis terpaksa kami tutup karena inovasi yang kurang sehingga dilibas oleh kompetitor.

Waktu itu terjadi karena salah satu usaha ini telat mengadopsi tren pasar yang baru muncul, masih menggunakan pendekatan marketing yang lama. Sehingga channel pemasaran baru ini ternyata lebih disukai pasar, alhasil bisnis pun terpaksa gulung tikar karena kurang melihat potensi ceruk pasar yang baru menggeliat saat itu.

Misalnya tren pembelian pulsa, zaman itu orang masih banyak beli di counter dekat rumah. Tetapi kemajuan teknologi membuat orang bisa beli di mesin ATM. Bahkan yang lebih baru lagi, kita bisa isi pulsa cukup lewat perusahaan ecommerce seperti tokopedia, bukalapak, blibli dan lain sebagainya.

Geliat pasar yang mulai berubah itu ternyata tidak terpikir sebelumnya olehku, insting bisnis belum terlatih. Sehingga ketika meledak bisnis model ini, saya pun tidak banyak merasakan manisnya keuntungan dengan berjualan di marketplace seperti itu.

Tetapi hal ini bukan terlambat, pengalaman ini cukup berharga ketika saat ini saya mulai berusaha lagi. Tentu dengan bisnis model yang berbeda dari yang sebelumnya.

Sekarang saya lebih fokus membesarkan website agar terlihat keren di mata google, sehingga bisa memberikan penghasilan yang menjanjikan. Cara ini saya lakukan setelah lama bergelut di dunia internet dan memang sepertinya ini yang paling cocok saya lakukan.

Melakukan beragam usaha dalam sekali jalan, tidak hanya membuat konsentrasi kita buyar tetapi juga membuat kita tidak fokus, jenis usaha apa yang akan kita kembangkan. Lebih baik memilih satu dan fokus sampai menghasilkan, daripada terlalu banyak pertimbangan.

Usaha yang baik adalah yang dibuka, bukan yang dipikir-pikirkan terus. Begitu kata pepatah yang sering berkeliaran. Memulai usaha sedini mungkin, mumpung banyak waktu di rumah. Banyak kesempatan dan bisa melakukan dimana saja, tidak tergantung dengan jam kerja.

Usaha dimasa pandemi memiliki banyak kelebihan, anak-anak yang susah belajar di rumah, bisa kita perdayakan untuk membantu pekerjaan orang tua, tentu dengan pendekatan anak-anak, ada sentuhan edukasi, pendekatan psikologi sesuai umurnya serta tidak terlalu memaksa jika memang belum bisa.

Peluang memulai usaha dirumah sebenarnya terbuka lebar bagi siapa saja, coba lihat keluar dan amati. Hampir setiap hari ada saja orang yang baru memulai usaha. Mereka punya optimisme tinggi, lihat dari sisi ini akan membuat kita semakin percara diri untuk segera mumulai usaha secepat mungkin dan sedini mungkin.

Leave a Comment