Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan yang Menarik

Pemahaman mengenai contoh proposal usaha makanan ringan perlu dimiliki oleh para pemilik bisnis ini. Proposal mempunyai peranan yang penting dalam berjalannya suatu usaha, terutama pada saat pemilik bisnis ingin bekerja sama dengan pihak lain dalam upaya pengembangan produk.

Proposal usaha makanan ringan memuat aspek-aspek penting yang akan menjelaskan mengenai produk dan pihak produsennya. Meskipun bukan kebutuhan pokok, dari sisi bisnis makanan ringan tetap bisnis yang menjanjikan.

Contoh Proposal Usaha Makanan Ringan

contoh proposal usaha makanan ringan

Berikut adalah ulasan terkait aspek apa saja yang harus dimuat di dalam proposal usaha makanan ringan serta contoh deskripsinya dalam konteks usaha makanan ringan berupa Donat Rendah Kalori.

Profil Perusahaan

Bagian pertama dalam proposal usaha makanan ringan memuat gambaran singkat terkait profil perusahaan dan produk yang dipasarkan. Mencantumkan latar belakang label produk makanan ringan yang dijual dengan gambaran umum terkait bagaimana bentuk serta varian rasanya.

Jika Anda serius dalam menjalankan proposal ini, agar lebih terarah baca artikel tentang contoh analisis SWOT produk makanan ringan, sehingga bisnis akan lebih terencana dengan baik dan lebih mudah dievaluasi jika ternyata hasilnya diluar rencana.

Profil perusahaan juga menjelaskan jenis usaha apa yang saat ini sedang dikelola, yaitu di bidang makanan dengan membuat camilan tertentu serta alasan pengembangan produk tersebut. Bagian profil juga memuat apa tujuan proposal usaha tersebut disusun & gambaran keuangan perusahaan

Contoh :

Donat merupakan camilan yang mengandung karbohidrat tinggi, sehingga banyak diminati sekaligus dijadikan sebagai pengganjal rasa lapar. Namun, banyak yang takut untuk mengkonsumsi donat karena kalorinya tinggi, sehingga muncul inovasi produk “Donat Rendah Kalori” untuk pecinta makanan ini.

Usaha “Donat Rendah Kalor” diciptakan karena banyak masyarakat yang menyukai makanan ringan tersebut, tetapi enggan untuk mengkonsumsi karena takut gemuk. Produk makanan ringan “Donat Rendah Kalori” diciptakan dengan bahan yang tidak membuat berat badan naik secara berlebihan.

Pengembangan usaha “Donat Rendah Kalori” didukung dengan faktor yang cukup memadai, berupa skill sumber daya manusia bagian produksi. Tujuan dari pembuatan proposal usaha makanan ringan “Donat Rendah Kalori” ini adalah untuk mengembangkan inovasi serta peningkatan peluang.

Kegiatan Pasar dan Pemasaran

contoh proposal kewirausahaan makanan ringan

Aspek berikutnya yang dimuat di dalam contoh proposal usaha makanan ringan adalah kegiatan pasar dan pemasaran. Aspek tersebut meliputi penjabaran terkait lingkungan usaha, termasuk lokasi pengembangan dan pemasarannya, apakah termasuk lokasi yang strategis atau tidak.

Kondisi pasar dalam proposal usaha makanan ringan juga harus dijelaskan, khususnya bagaimana kondisi persaingan dengan kompetitor. Di samping itu, proposal tersebut juga harus menjelaskan apakah harga yang dibandrol untuk produk sudah sesuai dengan kemampuan target pasar.

Bagian rencana pasar memuat bagaimana sistem marketing yang akan dilakukan, baik secara online maupun offline. Rencana pemasaran tersebut juga harus memuat manfaat yang dimiliki oleh produk, sehingga bisa meningkatkan daya tarik calon target pasar dan peluang bisnis kedepan bagaimana.

Contoh :

Prospek usaha “Donat Rendah Kalori” di Surabaya cukup menjanjikan karena penduduknya padat, sehingga target pasar lebih mudah untuk dijangkau. Usaha memasarkan produk “Donat Rendah Kalori” dikembangkan di lokasi strategis pada stand di area kampus dan perkantoran.

Kompetitor di area sekitar usaha terdiri dari beberapa usaha rumahan dengan stand. Namun, usaha “Donat Rendah Kalori” tetap bisa bersaing karena mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki kompetitor produk makanan ringan sejenis, sehingga memiliki peluang untuk berkembang

Rencana untuk memasarkan produk makanan ringan “Donat Rendah Kalori” dilakukan dengan cara penyebaran brosur di area sekitar usaha. Di samping itu, rencana pemasaran yang akan dilakukan adalah mengadakan diskon khusus untuk minimal pembelian tertentu.

Faktor Penghambat dan Pendukung

proposal usaha makanan ringan

Setiap usaha tentu saja mempunyai faktor penghambat dan pendukung dalam pengembangan produk yang dibuat. Faktor penghambat dan pendukung tersebut harus dijabarkan di dalam proposal usaha agar partner usaha bisa memberikan ide untuk mengatasinya.

Faktor penghambat ini berupa hal-hal yang mempengaruhi proses produksi dan pemasaran produk makanan ringan tersebut. Sementara faktor pendukung merupakan kekuatan dari usaha makanan ringan yang sedang dijalankan, sehingga akan menjadikan proses pemasaran semakin lancar.

Contoh:

Aspek yang menghambat usaha makanan ringan “Donat Rendah Kalori” salah satunya adanya produk serupa. Di samping itu, harga bahan baku yang digunakan untuk dasar pembuatan produk makanan ringan “Donat Rendah Kalori” tersebut seringkali berada dalam kondisi tidak stabil.

Faktor pendukung dari usaha makanan ringan “Donat Rendah Kalori” adalah lokasinya yang strategis dan higienis cocok untuk kalangan yang menginginkan hidup sehat. Di samping itu, peralatan yang ada di tempat usaha juga lebih memadai jika dibandingkan dengan kompetitor sekitar.

Kekuatan produk makanan ringan “Donat Rendah Kalori” adalah dapat baik untuk semua kalangan, baik orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak, menggunakan bahan asli. Peluang pasar usaha “Donat Rendah Kalori” pun akan semakin meningkatnya karena kesadaran orang-orang akan pola hidup sehat.

Aspek Produksi

Hal utama yang harus termuat dalam aspek produksi untuk membuat produk adalah alokasi usaha, ini menjelaskan alasan penentuan lokasi. Bagian dari aspek produksi berikutnya adalah rincian mengenai perlengkapan dan peralatan yang digunakan untuk menciptakan produk makanan ringan.

Rincian terkait apa saja bahan baku dalam pembuatan makanan ringan juga dicantumkan dalam aspek produksi proposal usaha. Bagian selanjutnya yang perlu dicantumkan adalah proses produksi, testing produk untuk mencoba rasa dan kualitas, hingga terciptanya makanan ringan siap saji.

Contoh:

Lokasi usaha “Donat Rendah Kalori” dipilih di area kampus dan perkantoran karena dianggap strategis dan memiliki populasi penduduk yang padat, sehingga produk akan lebih mudah dikenal. Peralatan yang digunakan untuk memproduksi “Donat Rendah Kalori” sendiri menggunakan alat modern.

Bahan baku utama yang digunakan untuk memproduksi makanan ringan ini adalah kentang, karena mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi. Makanan ringan ini juga menggunakan perisa yang berbahan dasar buah.

Proses produksi dilakukan dengan menyiapkan bahan baku dan peralatan pembuatan donat. Setelah donat selesai digoreng, maka akan dilanjutkan dengan pemberian toping dengan bahan dasar buah sekaligus melakukan finishing dengan membersihkan area kerja.

Aspek Keuangan

Aspek terakhir yang ada di dalam contoh proposal usaha makanan ringan adalah keuangan. Hal pertama yang dicantumkan dalam aspek keuangan adalah rencana produksi makanan ringan. Selanjutnya, proposal bisa memuat biaya tetap apa saja yang dikeluarkan setiap terjadi produksi.

Perhitungan keuntungan yang ingin ditambahkan dalam setiap produk juga harus dijelaskan dalam aspek produksi untuk menentukan harga jual makanan ringan tersebut. Biaya produksi biasanya memperhitungkan peralatan, bahan baku, serta tenaga sumber daya manusia.

Contoh:

Usaha makanan ringan “Donat Rendah Kalori” memiliki target produksi sebesar 20 biji setiap harinya. Produk buah tersebut akan dijual baik per biji maupun paket per box dengan ukuran yang tergolong sedang, sehingga membuat pelanggan tidak mudah bosan.

Biaya tetap yang akan dikeluarkan dalam proses produksi antara lain adalah peralatan senilai Rp.60.000 dan bahan baku sebesar Rp.116.000. Total modal usaha yang dibutuhkan untuk memproduksi makanan ringan “Donat Rendah Kalori” dalam satu hari adalah Rp.176.000.

Persentase keuntungan yang ingin dicapai adalah 40% dari total modal produksi, yaitu Rp.70.400. Harga jual makanan ringan “Donat Rendah Kalori” berdasarkan modal dan persentase keuntungan yang sudah diperhitungkan adalah Rp.1.500 per biji.

Contoh proposal usaha makanan ringan tersebut dapat dijadikan referensi dalam upaya pengembangan usaha. Proposal usaha harus dikemas secara menarik agar bisa menarik minat partner bisnis Anda. Jadi, silahkan pelajari setiap aspeknya dengan maksimal.